penulis : SANDI MUHAMMAD MUFTI
tahun : 2011
Mesin Pendingin, Packaged Unit Kapasitas 5 Ton, Refrigerasi, Refrigeran R-22, Refrigeran R-290, Refrigeran R-407C
Penggunaan refrigeran halokarbon HCFC pada dasarnya memberikan dampak
yang merugikan lapisan atmosfer bumi. Dampak yang merugikan tersebut
antara lain adalah terjadi penipisan lapisan ozon dan juga menyebabkan
potensi pemanasan global. Karena dampak yang ditimbulkan tersebut maka
penggunaan HCFC sebagai refrigeran akan dihentikan secara bertahap,
termasuk di Indonesia. HCFC-22 atau R-22 merupakan refrigeran yang lazim
dipakai pada mesin pengkondisian udara, dan juga mesin packaged unit merupakan tipe mesin
pengkondisi udara yang juga lazim dipakai pada bangunan bertingkat atau
gedung tinggi lainnya. Dengan akan dihentikannya penggunaan R-22
tersebut maka haruslah dicari alternatif pengganti refrigeran tersebut.
Refrigeran hidrokarbon dan HFC merupakan kandidat yang kuat sebagai
alternatif pengganti refrigeran R-22 dengan diwakili oleh R-290 dan
R-407C. Refrigeran ini dipilih berdasarkan kemiripan sifatnya dengan
R-22. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa untuk mesin packaged unit dengan kapasitas 5 ton refrigerasi jumlah muatan massa yang diperlukan untuk
mencapai kinerja optimum dari R-290 hanya sekitar 30% dari muatan massa
R-22 dengan hasil kapasitas sebesar 18,56 kW dan COP 8,2. Sedangkan
R-407C mencapai hasil kinerja yang paling besar dengan kapasitas 19,7 kW
dengan COP 8,6 dengan muatan massa yang mirip seperti R-22.
Pertimbangan untuk
pemilihan ini adalah bahwa R-290 memiliki sifat yang sangat mudah
terbakar sehingga resiko menjadi besar dan R-407C memiliki biaya harga
yang jauh lebih mahal.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar