penulis : Jerry Agus Arlianto
tahun : 2001
Asumsi umum yang dikembangkan dalam penelitian
penjadwalan adalah mesin selalu tersedia setiap saat. Akan tetapi Aumsi tersebut tidak sepenuhnya benar pada kasus nyata. Mesin mungkin tidak
tersedia selama interval waktu tertentu, misalnya disebabkan oleh kerusakan mesin atau kegiatan perawatan pencegahan yang telah dijadwalkan.
Pada tesis ini dikembangkan suatu model penjadwalan flow shop dengan
kendala due date. Model penjadwalan ini mempertimbangkan interval
ketidaktersediaan yang terjadi pada salah satu dari m mesin.
Karena horison perencanaan untuk penjadwalan lantai produksi umumnya
tidak terlalu lama, maka cukup realistis jika diasumsikan
hanya terdapat satu interval ketidaktersediaan.
Model penjadwalan yang dibahas dalam tesis ini adalah model non-resumable yaitu ketika mesin yang memproses suatu job berhenti maka proses pengerjaan job tersebut harus diulang pada saat mesin
tersedia kembali. Pada tesis ini diusulkan sebuah algoritma untuk
menyelesaikan permasalahan, selain itu dipergunakan juga beberapa kasus
hipotetik untuk menguji solusi. Solusi yang dihasilkan kemudian
dibandingkan dengan solusi yang didapat dari metoda enumerasi
lengkap, hasil perbandingannya menunjukkan bahwa solusi tersebut optimal.
Minggu, 30 November 2014
KAJI EKSPERIMENTAL MESIN PENDINGIN PACKAGED UNIT KAPASITAS 5 TON REFRIGERASI DENGAN MEMAKAI REFRIGERAN R-22, R-290, DAN R-407C
penulis : SANDI MUHAMMAD MUFTI
tahun : 2011
Mesin Pendingin, Packaged Unit Kapasitas 5 Ton, Refrigerasi, Refrigeran R-22, Refrigeran R-290, Refrigeran R-407C
Penggunaan refrigeran halokarbon HCFC pada dasarnya memberikan dampak yang merugikan lapisan atmosfer bumi. Dampak yang merugikan tersebut antara lain adalah terjadi penipisan lapisan ozon dan juga menyebabkan potensi pemanasan global. Karena dampak yang ditimbulkan tersebut maka penggunaan HCFC sebagai refrigeran akan dihentikan secara bertahap, termasuk di Indonesia. HCFC-22 atau R-22 merupakan refrigeran yang lazim dipakai pada mesin pengkondisian udara, dan juga mesin packaged unit merupakan tipe mesin pengkondisi udara yang juga lazim dipakai pada bangunan bertingkat atau gedung tinggi lainnya. Dengan akan dihentikannya penggunaan R-22 tersebut maka haruslah dicari alternatif pengganti refrigeran tersebut. Refrigeran hidrokarbon dan HFC merupakan kandidat yang kuat sebagai
alternatif pengganti refrigeran R-22 dengan diwakili oleh R-290 dan R-407C. Refrigeran ini dipilih berdasarkan kemiripan sifatnya dengan R-22. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa untuk mesin packaged unit dengan kapasitas 5 ton refrigerasi jumlah muatan massa yang diperlukan untuk
mencapai kinerja optimum dari R-290 hanya sekitar 30% dari muatan massa R-22 dengan hasil kapasitas sebesar 18,56 kW dan COP 8,2. Sedangkan R-407C mencapai hasil kinerja yang paling besar dengan kapasitas 19,7 kW dengan COP 8,6 dengan muatan massa yang mirip seperti R-22. Pertimbangan untuk
pemilihan ini adalah bahwa R-290 memiliki sifat yang sangat mudah terbakar sehingga resiko menjadi besar dan R-407C memiliki biaya harga yang jauh lebih mahal.
tahun : 2011
Mesin Pendingin, Packaged Unit Kapasitas 5 Ton, Refrigerasi, Refrigeran R-22, Refrigeran R-290, Refrigeran R-407C
Penggunaan refrigeran halokarbon HCFC pada dasarnya memberikan dampak yang merugikan lapisan atmosfer bumi. Dampak yang merugikan tersebut antara lain adalah terjadi penipisan lapisan ozon dan juga menyebabkan potensi pemanasan global. Karena dampak yang ditimbulkan tersebut maka penggunaan HCFC sebagai refrigeran akan dihentikan secara bertahap, termasuk di Indonesia. HCFC-22 atau R-22 merupakan refrigeran yang lazim dipakai pada mesin pengkondisian udara, dan juga mesin packaged unit merupakan tipe mesin pengkondisi udara yang juga lazim dipakai pada bangunan bertingkat atau gedung tinggi lainnya. Dengan akan dihentikannya penggunaan R-22 tersebut maka haruslah dicari alternatif pengganti refrigeran tersebut. Refrigeran hidrokarbon dan HFC merupakan kandidat yang kuat sebagai
alternatif pengganti refrigeran R-22 dengan diwakili oleh R-290 dan R-407C. Refrigeran ini dipilih berdasarkan kemiripan sifatnya dengan R-22. Dari hasil pengujian didapatkan bahwa untuk mesin packaged unit dengan kapasitas 5 ton refrigerasi jumlah muatan massa yang diperlukan untuk
mencapai kinerja optimum dari R-290 hanya sekitar 30% dari muatan massa R-22 dengan hasil kapasitas sebesar 18,56 kW dan COP 8,2. Sedangkan R-407C mencapai hasil kinerja yang paling besar dengan kapasitas 19,7 kW dengan COP 8,6 dengan muatan massa yang mirip seperti R-22. Pertimbangan untuk
pemilihan ini adalah bahwa R-290 memiliki sifat yang sangat mudah terbakar sehingga resiko menjadi besar dan R-407C memiliki biaya harga yang jauh lebih mahal.
PERANCANGAN MESIN PENGOLAH SAWDUST MENJADI WOOD POWDER
penulis : FADHIL
tahun : 2007
Mesin pengolah, Sawdust, Wood powder
Limbah kayu masih dapat dimanfaatkan kembali manjadi produk yang lebih bernilai. Dari semua jenis limbah kayu, limbah yang paling baik dan paling mudah untuk diproses kembali menjadi produk baru adalah limbah yang berbentuk serbuk kayu yang halus. Meskipun mudah diproses kembali, pada kenyataannya jumlah limbah yang berupa serbuk kayu sangat sedikit, justru yang paling banyak dihasilkan adalah limbah yang berbentuk serbuk gergaji yang cukup sulit untuk dimanfaatkan. Dalam tugas akhir ini, dirancang sebuah alat atau mesin yang dapat mereduksi ukuran serbuk gergaji menjadi serbuk kayu yang ukurannya jauh lebih halus. Proses perancangan mesin ini, dilakukan dengan mengadopsi mekanisme mesin-mesin yang memiliki fungsi yang serupa.
Ada dua proses utama yang dilakukan oleh mesin. Proses yang pertama adalah proses reduksi ukuran menggunakan alat pereduksi ukuran dengan desain khusus sejenis parutan, yaitu sebuah pelat yang memiliki banyak mata potong pada salah satu permukaannya. Proses yang kedua adalah pemisahan antara serbuk kayu yang ukurannya sudah memenuhi spesifikasi yang diinginkan (mesh 80) dan yang masih memiliki ukuran yang lebih besar. Metode pemisahan yang digunakan adalah dengan menggunakan aliran udara yang berasal dari sebuah blower. Aliran udara tersebut memberikan gaya dorong pada serbuk sehingga pada serbuk tersebut terjadi kombinasi antara gaya dorong dan gaya berat. Serbuk akan jatuh di tempat yang berbeda sesuai dengan beratnya. Serbuk dengan ukuran yang belum sesuai dapat diproses kembali.
tahun : 2007
Mesin pengolah, Sawdust, Wood powder
Limbah kayu masih dapat dimanfaatkan kembali manjadi produk yang lebih bernilai. Dari semua jenis limbah kayu, limbah yang paling baik dan paling mudah untuk diproses kembali menjadi produk baru adalah limbah yang berbentuk serbuk kayu yang halus. Meskipun mudah diproses kembali, pada kenyataannya jumlah limbah yang berupa serbuk kayu sangat sedikit, justru yang paling banyak dihasilkan adalah limbah yang berbentuk serbuk gergaji yang cukup sulit untuk dimanfaatkan. Dalam tugas akhir ini, dirancang sebuah alat atau mesin yang dapat mereduksi ukuran serbuk gergaji menjadi serbuk kayu yang ukurannya jauh lebih halus. Proses perancangan mesin ini, dilakukan dengan mengadopsi mekanisme mesin-mesin yang memiliki fungsi yang serupa.
Ada dua proses utama yang dilakukan oleh mesin. Proses yang pertama adalah proses reduksi ukuran menggunakan alat pereduksi ukuran dengan desain khusus sejenis parutan, yaitu sebuah pelat yang memiliki banyak mata potong pada salah satu permukaannya. Proses yang kedua adalah pemisahan antara serbuk kayu yang ukurannya sudah memenuhi spesifikasi yang diinginkan (mesh 80) dan yang masih memiliki ukuran yang lebih besar. Metode pemisahan yang digunakan adalah dengan menggunakan aliran udara yang berasal dari sebuah blower. Aliran udara tersebut memberikan gaya dorong pada serbuk sehingga pada serbuk tersebut terjadi kombinasi antara gaya dorong dan gaya berat. Serbuk akan jatuh di tempat yang berbeda sesuai dengan beratnya. Serbuk dengan ukuran yang belum sesuai dapat diproses kembali.
Minggu, 23 November 2014
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI METODA PEMBELAJARAN PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D MESIN BUBUT CNC ET-242
penulis : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO
tahun : 2010
Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.
Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.
Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
tahun : 2010
Pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukkan mesin CNC sebagai salah satu materi pembelajaran yang harus ditempuh dalam kompetensi kejuruan. Kajian pada penggunaan metoda pembelajaran sangat diperlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. Pada penulisan tesis ini akan dibahas perancangan metoda pembelajaran menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC ET-242.
Perancangan metoda pembelajaran simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya. Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya.
Hasil uji awal metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
PEMBUATAN MODUL PENGUJIAN GEOMETRIS MESIN FREIS BERDASARKAN STANDAR ISO DENGAN STUDI KASUS MESIN CNC VMC 250
penulis : JULFIKAR NORIZKI
tahun :: 2010
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.
Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin CNC VMC 250.
Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.
tahun :: 2010
Mesin freis adalah mesin perkakas yang digunakan untuk memproses material dengan bentuk prismatik. Mesin freis dapat melakukan berbagai macam operasi pemotongan, seperti pembuatan roda gigi, pembuatan alur, planing, pembuatan lubang (drilling), diesinking, menghaluskan permukaan (facing), dan sebagainya. Karena banyaknya variasi pemotongan yang dapat dilakukan oleh mesin freis, maka mesin freis digolongkan sebagai salah satu mesin perkakas yang paling penting dan serba guna.
Dimensi akhir produk yang bisa dibuat oleh proses freis diharapkan memiliki ketelitian yang bisa memenuhi persyaratan yang diminta seperti yang dinyatakan pada toleransi geometriknya (dimensi, bentuk, posisi, dan kekasaran permukaan). Oleh karena itu, diperlukan suatu prosedur pengujian yang sistematis dan lengkap untuk mengetahui ketelitian dari mesin freis. Dari standar ISO 1984 (Test conditions for milling machines with table of fixed height with vertical spindle), diperoleh sembilan metode pengujian untuk mesin freis. Untuk menguji prosedur yang dibuat maka dilakukan studi kasus pada mesin CNC VMC 250.
Pada akhirnya diperoleh kesimpulan pertama dengan mengetahui apakah modul yang dibuat telah memenuhi standar dan dapat diaplikasikan saat pengujian mesin CNC VMC 250. Kemudian, diperoleh kesimpulan kedua untuk mengetahui ketelitian geometrik dari mesin CNC VMC 250 dengan cara membandingkan besarnya penyimpangan yang diperoleh saat pengujian terhadap toleransi geometris yang ditetapkan oleh standar ISO 1984. Akhir kata, diharapkan dari saran-saran yang diberikan pada tugas sarjana ini, dapat diaplikasikan dan dapat memperbaiki modul pengujian geometris mesin freis ini.
Kaji Eksperimental Pengaruh Gaya Pemotongan Terhadap Level Getaran dan Kekasaran Permukaan Pada Mesin Bubut Gallic 16N
penulis : Hendra
tahun : 2003
Kekasaran permukaan benda kerja adalah bagian dari evaluasi kualitas produk proses pemesinan. Kekasaran permukaan benda kerja dapat dijadikan acuan dalam evaluasi fenomena getaran atau ketidakstabilitas proses pemesinan. Untuk mengurangi getaran mesin perkakas, kekakuan statik dan dinamik dart mesin perkakas harus dipertimbangkan dalam perancangannya. Kekakuan statik berhubungan dengan ketelitian geometrik mesin perkakas, dimana seperti karakteristik dinamik berhubungan dengan respon getaran mesin perkakas selama proses pemesinan. Pada enelitian ini karakteristik dinamik mesin perkakas diperoleh dengan melakukan pengukuran ingsi respon frekuensi (FRF) menggunakan perangkat penganalisis sinyal getaran yaitu MSA (Multichannel spectrum analyzer). Penelitian diarahkan untuk mengetahui pengaruh dart proses pemotongan terhadap kekasaran permukaan benda kerja melalui pengujian proses petnotongan pada mesin bubut Gallic 1GN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekasaran permukaan benda kerja dipengaruhi oleh gaya pemotongan, kedalaman potong, feeding dan panjang penjuluran benda kerja.
tahun : 2003
Kekasaran permukaan benda kerja adalah bagian dari evaluasi kualitas produk proses pemesinan. Kekasaran permukaan benda kerja dapat dijadikan acuan dalam evaluasi fenomena getaran atau ketidakstabilitas proses pemesinan. Untuk mengurangi getaran mesin perkakas, kekakuan statik dan dinamik dart mesin perkakas harus dipertimbangkan dalam perancangannya. Kekakuan statik berhubungan dengan ketelitian geometrik mesin perkakas, dimana seperti karakteristik dinamik berhubungan dengan respon getaran mesin perkakas selama proses pemesinan. Pada enelitian ini karakteristik dinamik mesin perkakas diperoleh dengan melakukan pengukuran ingsi respon frekuensi (FRF) menggunakan perangkat penganalisis sinyal getaran yaitu MSA (Multichannel spectrum analyzer). Penelitian diarahkan untuk mengetahui pengaruh dart proses pemotongan terhadap kekasaran permukaan benda kerja melalui pengujian proses petnotongan pada mesin bubut Gallic 1GN. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekasaran permukaan benda kerja dipengaruhi oleh gaya pemotongan, kedalaman potong, feeding dan panjang penjuluran benda kerja.
Kamis, 13 November 2014
SISTEM KENDALI BISING AKTIF DENGAN ALGORITMA FXLMS UNTUK MEREDAM BISING MESIN PABRIK
penulis : PRADIPTA
tahun :: 2009
Dalam tugas akhir ini, sistem kendali bising aktif digunakan untuk meredam bising mesin rajut benang berpita frekuensi lebar di sebuah pabrik tekstil. Implementasi sistem kendali bising aktif ini menggunakan pengolah sinyal digital TMS320C6713 DSK dengan algoritma adaptif FXLMS. Penelitian sistem kendali bising aktif dilakukan di laboratorium sebelum diimplementasikan di pabrik tersebut. Penelitian di laboratorium menggunakan rekaman suara bising mesin rajut benang. Kegiatan yang dilakukan selama pengerjaan tugas akhir ini adalah simulasi algoritma FXLMS, pemodelan jalur sekunder sistem kendali bising aktif kanal tunggal dan multikanal dengan algoritma LMS dan pengendalian bising aktif kanal tunggal serta multikanal dengan algoritma FXLMS. Struktur sistem kendali bising aktif yang digunakan adalah sistem sentralisasi dan sistem desentralisasi.
tahun :: 2009
Dalam tugas akhir ini, sistem kendali bising aktif digunakan untuk meredam bising mesin rajut benang berpita frekuensi lebar di sebuah pabrik tekstil. Implementasi sistem kendali bising aktif ini menggunakan pengolah sinyal digital TMS320C6713 DSK dengan algoritma adaptif FXLMS. Penelitian sistem kendali bising aktif dilakukan di laboratorium sebelum diimplementasikan di pabrik tersebut. Penelitian di laboratorium menggunakan rekaman suara bising mesin rajut benang. Kegiatan yang dilakukan selama pengerjaan tugas akhir ini adalah simulasi algoritma FXLMS, pemodelan jalur sekunder sistem kendali bising aktif kanal tunggal dan multikanal dengan algoritma LMS dan pengendalian bising aktif kanal tunggal serta multikanal dengan algoritma FXLMS. Struktur sistem kendali bising aktif yang digunakan adalah sistem sentralisasi dan sistem desentralisasi.
Langganan:
Postingan (Atom)