assalamualaikum warohmatullahiwabarokatu
pada kesempatan kali ini saya akan membagikan informasi yang cukup bermanfaat yaitu cara mengirim file menggunakan jaringan LAN. penggunaan LAN memiliki kelebiha yaitu untuk mengirim data sangat cepat, proses rumit diawal saja, selanjutnya sangat mudah.
untuk laptop bisa dibawa kemana-mana, untuk menggunakan LAN langkah pertama ialah,
1. pilih folder yang akan kita share lalu klik save wuth lalu klil spesific people.
2. lalu akan muncul jendela maka kita klik pilihan scroll lalu klik everyone lalu pilih add lalu pilih read\write
3.setelah selesai klik share untuk membagi data
4.setelah ada keterangan " your folder is shared " berarti folder berhasil di share
lalu cara untuk mengkoneksikan 2komputer ialah sebagai berikut;
1.klik kanan ikon network, lalu pilih network and sharing center
2.lalu lihat panel sebelah kiri, pilih change adapter settings
3.lalu klik local area connection, klik kanan lalu properties
4.lalu pilih internet protocol version 4 lalu properties
5.lalu atur IP kedua komputer
^.klil ok,, lalu kita dapat menggunakan sesuai kebutuhan
Minggu, 28 September 2014
MINIMISASI RUGI-RUGI DAYA MENGGUNAKAN PENGATURAN MODEL RUGI (LOSS MODEL CONTROLLER) PADA PENGATURAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI
penulis :Sudarmojo, Yanu Prapto
tahun :2007
Pada umumnya motor induksi berputar pada kecepatan yang konstan, tetapi dalam penggunaan tertentu
diperlukan kecepatan variabel. Kecepatan motor yang variabel biasanya dilakukan dengan mengubah frekuensi dan perubahan frekuensi akan mempengaruhi fluksi celah udara dari motor, selanjutnya akan mempengaruhi rugi-rugi daya pada motor tersebut. Oleh karena itu motor perlu dioperasikan dengan per-bandingan Volt/Hz atau fluksi yang konstan. Dengan penggunaan LMC (Loss Model Controller) yang mengatur kecepatan dan arus stator diperoleh fluksi yang optimum. Pada harga fluksi yang optimum rugi-rugi daya akan minimum sehingga akan diperoleh harga efisiensi yang maksimum. Hasil analisa menunjukkan bahwa pengoperasian suatu motor induksi dengan kecepatan variabel yang dikendalikan dengan (Pulse Width Modulation) (PWM) menggunalan LMC, sistem beroperasi dengan rugi-rugi daya yang minimum.
tahun :2007
Pada umumnya motor induksi berputar pada kecepatan yang konstan, tetapi dalam penggunaan tertentu
diperlukan kecepatan variabel. Kecepatan motor yang variabel biasanya dilakukan dengan mengubah frekuensi dan perubahan frekuensi akan mempengaruhi fluksi celah udara dari motor, selanjutnya akan mempengaruhi rugi-rugi daya pada motor tersebut. Oleh karena itu motor perlu dioperasikan dengan per-bandingan Volt/Hz atau fluksi yang konstan. Dengan penggunaan LMC (Loss Model Controller) yang mengatur kecepatan dan arus stator diperoleh fluksi yang optimum. Pada harga fluksi yang optimum rugi-rugi daya akan minimum sehingga akan diperoleh harga efisiensi yang maksimum. Hasil analisa menunjukkan bahwa pengoperasian suatu motor induksi dengan kecepatan variabel yang dikendalikan dengan (Pulse Width Modulation) (PWM) menggunalan LMC, sistem beroperasi dengan rugi-rugi daya yang minimum.
MODIFIKASI KAP MESIN DAN PIPA GAS BUANG UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KEBISINGAN MESIN TEMPEL YAMAHA TYPE E40JMH
penulis :Krismanto, Y Dedi ( 4202100002 )
tahun :2009
Pada percobaan ini dilakukan suatu analisa yang intensitas pada mesin tempel YAMAHA TYPE E40JMH . Pengukuran kebisingan menggunakan alat pengukur yang konvensional yaitu Sound Level Meter dengan respon lambat. Pengukuran meliputi tingkat kebisingan yang terjadi antara sebelum dan sesudah diadakan modifikasi di kap mesin dan pipa gas buang yaitu knalpot. Untuk di kap mesin bagian dalam dilakukan peredaman dengan menggunakan bahan glasswooll. Sedangkan untuk pipa gas buang yaitu knalpot diadakan penambahan panjang pipa dan dilakukan perubahan desain. Pada pengukuran pada pagi hari besarnya kebisingan yang ditimbulkan mesin sebelum peredaman antara lain sebagai berikut 36,8 dBA sedangkan setelah peredaman adalah 16,7 dBA jadi dapat diambil nilai besarnya nilai peredamannya sebesar 20,1 dBA .Pada siang hari besarnya kebisingan yang ditimbulkan mesin sebelum peredaman adalah 38,5 dBA dan setelah peredaman adalah 20,9 dBA jadi dapat kita ketahui besarnya nilai peredaman kebisingan sebesar 17,6 dBA. Sedangkan pada malam hari, nilai peredamannya sebesar 16,6 dBA. Besarnya nilai peredaman pada siang hari ini juga dipengaruhi oleh temperatur yang tinggi maka akan menyebabkan kecepatan fluida (udara) semakin besar pula dan mendorong terjadinya mechanic impact yang semakin besar sehingga menimbulkan kebisingan yang tinggi pula pada pengukurannya.
PERANCANGAN PAKET PERANGKAT LUNAK UNTUK ANALISIS STABILITAS TRANSIEN MULTI MESIN DENGAN MENGGUNAKAN PENGEMBANGAN METODE KRITERIA SAMA LUAS
penulis :Ir. Ontoseno Penangsang, Msc, PhD
tahun :2007
Dalam Suatu tatana sistem daya yang terdiri dari beberapa mesin (sistem multi mesin) yang terhubung secara interkoneksi melalui jaringan transmisi tentu tidak lepas dari adanya suatu gangguan. Gangguan yang terjadi (hubung singkat, putusnya penghantar, switching, atau load shedding) dapat menyebabkan hilangnya sinkronisasi yang mempengaruhi kestabilan suatu sistem yaitu perubahan tegangan dan frekwensi sistem. Berdasarkan sifat dan besarnya gangguan, analisis stabilitas sistem dapat diklasifikasikan dalam stabilitas keadaan mantap (steady state), keadaan transien dan keadaan dinamik.Dalam gangguan berat yang bersifat mendadak pada sistem daya memerlukan analisis stabilitas transien, hal ini dilakukan untuk lebih mengetahui waktu pemutusan kritis untuk setting Recloser dalam mengantisipasi terjadinya ketidakstabilan sistem. Metode yang umum digunakan untuk analisis stabilitas transien suatu mesin adalah metode kriteria sama luas sedangkan untuk stabilitas transien multi mesin adalah persamaan ayunan. Usulan metode pengembangan kriteria sama luas (extended equal area criterion=EEAC), bertujuan untuk menerapkan metode kriteria sama luas yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk analisis stabilitas transien multi mesin. Ketika sistem daya multi mesin mendapat gangguan, mesin yang mempunyai percepatan awal terbesar merupakan mesin yang sangat terganggu (severely disturbance machine=SDM) sedangkan mesin lain sisanya diekivalenkan sebagai bus tak terhingga (infinite bus), sehingga sistem menjadi satu mesin dengan bus tak terhingga (single machine infinite bus=SMIB). Metode EAC diterapkan pada SMIB untuk memperoleh batas-batas stabilitas (power transfer, power angle, critical clearing angle) dan metode step by step diaplikasikan untuk memperoleh waktu pemutusan kritis (critical clearing time=CCT). Perangkat lunak yang dirancang menunjukkan bahwa pengujian terhadap data dan hasil yang diperoleh memperlihatkan kesesuaian dengan yang terdapat pada referensi.
tahun :2007
Dalam Suatu tatana sistem daya yang terdiri dari beberapa mesin (sistem multi mesin) yang terhubung secara interkoneksi melalui jaringan transmisi tentu tidak lepas dari adanya suatu gangguan. Gangguan yang terjadi (hubung singkat, putusnya penghantar, switching, atau load shedding) dapat menyebabkan hilangnya sinkronisasi yang mempengaruhi kestabilan suatu sistem yaitu perubahan tegangan dan frekwensi sistem. Berdasarkan sifat dan besarnya gangguan, analisis stabilitas sistem dapat diklasifikasikan dalam stabilitas keadaan mantap (steady state), keadaan transien dan keadaan dinamik.Dalam gangguan berat yang bersifat mendadak pada sistem daya memerlukan analisis stabilitas transien, hal ini dilakukan untuk lebih mengetahui waktu pemutusan kritis untuk setting Recloser dalam mengantisipasi terjadinya ketidakstabilan sistem. Metode yang umum digunakan untuk analisis stabilitas transien suatu mesin adalah metode kriteria sama luas sedangkan untuk stabilitas transien multi mesin adalah persamaan ayunan. Usulan metode pengembangan kriteria sama luas (extended equal area criterion=EEAC), bertujuan untuk menerapkan metode kriteria sama luas yang dapat digunakan dan dikembangkan untuk analisis stabilitas transien multi mesin. Ketika sistem daya multi mesin mendapat gangguan, mesin yang mempunyai percepatan awal terbesar merupakan mesin yang sangat terganggu (severely disturbance machine=SDM) sedangkan mesin lain sisanya diekivalenkan sebagai bus tak terhingga (infinite bus), sehingga sistem menjadi satu mesin dengan bus tak terhingga (single machine infinite bus=SMIB). Metode EAC diterapkan pada SMIB untuk memperoleh batas-batas stabilitas (power transfer, power angle, critical clearing angle) dan metode step by step diaplikasikan untuk memperoleh waktu pemutusan kritis (critical clearing time=CCT). Perangkat lunak yang dirancang menunjukkan bahwa pengujian terhadap data dan hasil yang diperoleh memperlihatkan kesesuaian dengan yang terdapat pada referensi.
Sabtu, 20 September 2014
PEMODELAN MESIN BUBUT CERDAS
penulis : LINDUNG PARINGOTAN MANIK (NIM 13103019), S1 - Department of Mechanical Engineering
tahun : 2008
Seiring dengan kemajuaan zaman dan perkembangan teknologi pada saat ini, industri manufaktur menghadapi tuntutan pasar yang kini kian dinamis dan persaingan yang semakin ketat. Produksi dengan banyak variasi dan jumlah produk setiap varian yang sedikit sulit dilakukan. Tuntutan yang demikian hanya dapat dipenuhi jika suatu industri menguasai teknologi dan sistem informasi produksi tersebut. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu sistem manufaktur dimana setiap bagiannya mampu bekerjasama dengan baik. Salah satu mesin perkakas yang terdapat dalam SPTM adalah mesin bubut. Mesin bubut dapat dipergunakan sebagai aplikasi yang sangat luas. Untuk itu diperlukan kemampuan yang cukup tinggi untuk menguasai elemen-elemen yang terdapat dalam mesin bubut. Dengan adanya suatu model mesin bubut yang cerdas, maka perencanaaan proses di mesin bubut akan konsisten, seragam, optimum, cepat dan tepat tanpa mengesampingkan suatu kualitas produk. Pemodelanmesin bubut cerdas ini menggunakan metode berorientasi obyek dimana metode ini berusaha untuk membuat model obyek secara natural sesuai dengan sifat sebenarnya. Model mesin bubut cerdas dirancang terdiri atas modul-modul sebagai berikut: pengelolaan data workshop, pengelolaan data mesin perkakas, pengelolaan data pemesinan, dan pengelolaan data kelengkapan perkakas potong. Dengan adanya modul-modul ini diharapkan sistem ini memiliki kecerdasan-kecerdasan sebagai berikut: memiliki fungsi pengelol tersendiri
tahun : 2008
Seiring dengan kemajuaan zaman dan perkembangan teknologi pada saat ini, industri manufaktur menghadapi tuntutan pasar yang kini kian dinamis dan persaingan yang semakin ketat. Produksi dengan banyak variasi dan jumlah produk setiap varian yang sedikit sulit dilakukan. Tuntutan yang demikian hanya dapat dipenuhi jika suatu industri menguasai teknologi dan sistem informasi produksi tersebut. Sistem Produksi Terdistribusi Mandiri (SPTM) merupakan salah satu sistem manufaktur dimana setiap bagiannya mampu bekerjasama dengan baik. Salah satu mesin perkakas yang terdapat dalam SPTM adalah mesin bubut. Mesin bubut dapat dipergunakan sebagai aplikasi yang sangat luas. Untuk itu diperlukan kemampuan yang cukup tinggi untuk menguasai elemen-elemen yang terdapat dalam mesin bubut. Dengan adanya suatu model mesin bubut yang cerdas, maka perencanaaan proses di mesin bubut akan konsisten, seragam, optimum, cepat dan tepat tanpa mengesampingkan suatu kualitas produk. Pemodelanmesin bubut cerdas ini menggunakan metode berorientasi obyek dimana metode ini berusaha untuk membuat model obyek secara natural sesuai dengan sifat sebenarnya. Model mesin bubut cerdas dirancang terdiri atas modul-modul sebagai berikut: pengelolaan data workshop, pengelolaan data mesin perkakas, pengelolaan data pemesinan, dan pengelolaan data kelengkapan perkakas potong. Dengan adanya modul-modul ini diharapkan sistem ini memiliki kecerdasan-kecerdasan sebagai berikut: memiliki fungsi pengelol tersendiri
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI METODA PEMBELAJARAN PEMBUBUTAN MENGGUNAKAN SIMULATOR 3D MESIN BUBUT CNC ET-242
penulis : ARIEF FAHROZY FEBRIANTO (NIM : 23208322); Pembimbing I : Dr. Ir. Arief Syaichu Rohman; Pembimbing II : Dr. Ir. Yoga Priyana, S2 - Electrical Engineering
tahun : 2010
Di pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukan mesin CNC sebagai salah satu materi untuk pembelajaran yang harus di tempuh dalam kompetensi kejuruan. kajian dalam penggunaan metoda pembelajaran sangat di perlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. pada penulisan tesis ini akan di bahas bagaimana perancangan metoda pembelajaran dengan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: dengan melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis dalam kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam
penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya.Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya. Hasil uji awal pada metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
tahun : 2010
Di pendidikan kejuruan di bidang keahlian teknik mesin telah memasukan mesin CNC sebagai salah satu materi untuk pembelajaran yang harus di tempuh dalam kompetensi kejuruan. kajian dalam penggunaan metoda pembelajaran sangat di perlukan guna mengetahui efektifitas suatu metoda pembelajaran mesin CNC. pada penulisan tesis ini akan di bahas bagaimana perancangan metoda pembelajaran dengan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC adalah sebagai berikut: dengan melakukan studi literatur tentang Standar Kompetensi Kompetensi Dasar (SKKD) pada kurikulum keahlian teknik pemesinan SMK, analisis dalam kebutuhan pembelajaran, dan menentukan metoda pembelajaran yang tepat dalam
penggunaan simulator 3D mesin bubut CNC. Tahap selanjutnya adalah mengimplementasikan rancangan metoda pada pembelajaran, dengan hasil implementasi sebagai berikut: pre-test, metoda 1 dan evaluasinya, refleksi hasil sementara, metoda 2 dan evaluasinya.Metoda 1 menggunakan urutan pengenalan control panel kemudian pengenalan dan penggunaan parameter G-code maupun permesinan pada simulator, sedangkan metoda 2 adalah sebaliknya. Hasil uji awal pada metoda pembelajaran pembubutan menggunakan simulator 3D mesin bubut CNC menunjukkan bahwa rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa dari pre-test sampai dengan setelah penerapan metoda pembelajaran 1 adalah 20%. Sementara itu, rata-rata prosentase peningkatan kemampuan siswa adalah 40% jika metoda 2 yang digunakan. Sedangkan rata-rata kemampuan siswa pada penggunaan metoda 2 adalah 12,5% lebih tinggi dibandingkan terhadap penggunaan metoda 1. Dari hasil data uji awal metoda pembelajaran pembubutan dengan simulator 3D mesin bubut CNC ET-24 disimpulkan, bahwa metoda yang tepat digunakan adalah metoda 2.
Rabu, 17 September 2014
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN UJI TARIK PLASTIK TIPIS
penulis : MUHAMMAD RIJAL KHANIEF (NIM : 13105132); Pembimbing 1 : Ir. Ign. Pulung Nurprasetio, MSME; Pembimbing 2 : Eka Febrian Sutanto, ST, S1 - Department of Mechanical Engineering
tahun : 2009
dalam uji tarik plastik tipis, seperti uji tarik pada umumnya, akan menghasilkan gaya atau tegangan (ultimate stress )yang akan menyebabkan rusaknya plastik dan bentuk pada saat dibebani. hasil uji tari yang utama adalah kurva tegangan-regangan. dari kurva ini, dapat diekstrak sifat material seperti modulus elastis,elongasi maksimum dan kekuatan tarik. saifat-safat tersebut sangat di perlukan untuk material plastik untuk kemasan dan untuk kontrol kualitas. untuk melakukan uji tarik plastik tipis diperlukan uji yang khusus. Tugas sarjana ini dilakukan untuk menghasilkan penguasaan rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis sebagai substitusi impor. Dalam pengerjaan tugas sarjana ini, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) berkolaborasi dengan PT. Norita Flexindo yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengepakan (packaging) yang berlokasi di Cileungsi.Di samping itu, mengingat kompleksitas rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis, tugas sarjana ini dikerjakan oleh dua orang, yakni penulis dan saudara Randy Ryantama, 13105033. Laporan ini merupakan bagian pertama rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis dengan konsentrasi di bagian desain dan pembuatan. Dalam acuan utama pembuatan mesin uji tarik plastik tipis ini adalah standar uji ASTM D882-02. Bertolak dari standar tersebut dilakukan perancangan konseptual. Dari hasilrancangan konseptual dilakukan pemilihan dan analisis yang lebih mendalam sehingga menghasilkan rancangan detail. Rancangan detail kemudian direalisasikan melalui proses manufaktur. dalam proses produksi seluruhnya dilakukan di PT . Norita Flexindo, setelah pembuatan prototipe, dilakukan pengujian. Paket pengerjaan uji prototipe yang meliputi pembuatan perangkat lunak dan uji spesimen merupakan cakupan laporan bagian kedua yang dikerjakan oleh saudara Randy Ryantama. Hasilpengujian menyatakan bahwa alat ini sudah berfungsi dengan baik. Dengan demikian, prototipe bisa dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi produk komersial.
tahun : 2009
dalam uji tarik plastik tipis, seperti uji tarik pada umumnya, akan menghasilkan gaya atau tegangan (ultimate stress )yang akan menyebabkan rusaknya plastik dan bentuk pada saat dibebani. hasil uji tari yang utama adalah kurva tegangan-regangan. dari kurva ini, dapat diekstrak sifat material seperti modulus elastis,elongasi maksimum dan kekuatan tarik. saifat-safat tersebut sangat di perlukan untuk material plastik untuk kemasan dan untuk kontrol kualitas. untuk melakukan uji tarik plastik tipis diperlukan uji yang khusus. Tugas sarjana ini dilakukan untuk menghasilkan penguasaan rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis sebagai substitusi impor. Dalam pengerjaan tugas sarjana ini, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) berkolaborasi dengan PT. Norita Flexindo yang merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pengepakan (packaging) yang berlokasi di Cileungsi.Di samping itu, mengingat kompleksitas rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis, tugas sarjana ini dikerjakan oleh dua orang, yakni penulis dan saudara Randy Ryantama, 13105033. Laporan ini merupakan bagian pertama rancang bangun mesin uji tarik plastik tipis dengan konsentrasi di bagian desain dan pembuatan. Dalam acuan utama pembuatan mesin uji tarik plastik tipis ini adalah standar uji ASTM D882-02. Bertolak dari standar tersebut dilakukan perancangan konseptual. Dari hasilrancangan konseptual dilakukan pemilihan dan analisis yang lebih mendalam sehingga menghasilkan rancangan detail. Rancangan detail kemudian direalisasikan melalui proses manufaktur. dalam proses produksi seluruhnya dilakukan di PT . Norita Flexindo, setelah pembuatan prototipe, dilakukan pengujian. Paket pengerjaan uji prototipe yang meliputi pembuatan perangkat lunak dan uji spesimen merupakan cakupan laporan bagian kedua yang dikerjakan oleh saudara Randy Ryantama. Hasilpengujian menyatakan bahwa alat ini sudah berfungsi dengan baik. Dengan demikian, prototipe bisa dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi produk komersial.
Langganan:
Postingan (Atom)

.jpg)



.jpg)