Rabu, 10 September 2014

KAJI AWAL CIRI GETARAN AKIBAT GEJALA RUBBING PADA BANTALAN LUNCUR



penulis : MAKHADI SAPUTRA (NIM : 13105030); Pembimbing Prof. Dr. Ir. Komang Bagiasna, S1 - Department of Mechanical Engineeringtahun : 2010




bantalan luncur adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penumpu dalam perangkat transmisi putaran antara komponen yang berputar dengan komonen yang diam. biasanya, bantalan luncur digunakan untuj elemen rotasi yang memiliki beban dan beroperasi pada putaran yang cukup tinggi. bantalan luncur bekerja dengan memanfaatkan sifat inkompresibel dari fluida oli sebagai pendukung beban sekaligus pelumas. maka dengan seperti itu gesekan yang timbul akibat dari adanya gerakan relatif antara komponen mesin dapat diminimalisrkan.

dalam permasalahannya mengenai gesekan antara poros dengan permukaan bantalan luncur tidak semuanya dapat di minimalkan. agar lebih memahami lebih jauh tentang fenomena gesekan tersebut , yang sering di sebut dengan istilah rubbing. Di 
Laboratorium Dinamika dan Integritas Struktur Pusat Rekayasa Industri ITB melakukan penelitian mengenai mekanisme yangmenyebabkan timbulnya getaran yang disbabkan adanya gejala rubbing. 
 
Tugas sarjana ini bertujuan untuk mempelajari adanya  karakteristik dan ciri sinyal getaran akibat adanya gejala rubbing pada bantalan luncur tersebut.


dari hasil yang diperoleh menyimpulkan bahwa bantalan luncur yang mengalami rubbing memiliki karakteristik berupa waveform yang terlihat sangat noisy. banyak harmonik yang muncul pada domain frekuensi, 
Total Harmonic Distortion yang relatif cukup besar, dan bentuk orbit poros yang tidak teratur. Selain itu, apabila bantalan luncur mengalami gejala rubbing maka frekuensi pribadi yang dimilikinya akan meningkat.











Tidak ada komentar:

Posting Komentar